Matematika Itu Sulit Dihindari, Ini 4 Alasannya



Albert_Einstein.jpg
Photo by Google

Mates, coba deh akui kalau Matematika itu adalah pelajaran yang mungkin (sebagian besar) dibenci. Bahkan jika kamu duduk di bangku IPA, mungkin juga berpikiran yang sama. Matematika tak sekadar hitung-menghitung, tetapi juga berkutat pada kalkulasi aljabar serta trigomometri membuat rambut jadi keriting.

 

Namun, sadarkah kamu, kalau kemanapun kita pergi, pasti akan bertemu sesuatu yang berkaitan dengan Matematika? Ya, baik itu bidang sains, ekonomi, sosial, bahkan hingga sastra. Sebab, segala aktivitas dari ilmu tersebut memang ada kaitannya dengan matematika, baik dari cara perumusan masalah hingga penyelesaiannya.

 

Lantas, mengapa sih Matematika itu sulit sekali untuk dihindari? Berikut MyStudyWorld lampirkan empat (4) alasannya.

 

1. Tak Cuma Hitung-Hitungan

Seperti yang sudah dijelaskan MyStudyWorld di atas, Matematika itu enggak melulu soal hitung-hitungan. Faktanya, Matematika bukan mempelajari tentang cara menghitung sesuatu dengan cepat dan benar. 

 

Justru, Matematika adalah ilmu tentang cara mengolah pola pikir dan logika kita,  baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Matematika juga bertumpu pada carabelajar membuat konsep dasar kerangka berpikir dengan angka sebagai media belajar.

 

Konsep berpikir inilah yang menjadikan Matematika, banyak membantu memecahkan permasalahan dibidang sehari-hari. Teori-teori Matematika yang kita pelajari di sekolah, tentu bisa diterapkan dalam keseharian. Jadi, kamu pasti salah besar kalau menganggap Matematika tidak dipakai dalam kegiatan sehari-hari.

 

2. 'Bahasa' Universal

Mates, Matematika itu ternyata juga bisa menjadi 'bahasa' universal, lho. Patut kamu ketahui, bahasa adalah alat berkomunikasi antara si komunikator dengan komunikan. 

 

Kedua belah pihak ini, bisa dikatakan berkomunikasi kalau informasi yang disampaikan adalah informasi yang diketahui kedua belah pihak. Sifat tersebut juga dimiliki oleh Matematika. Contoh kalimat dalam bahasa Matematika itu seperti: "3x3=9".

 

Untuk informasi saja, bahasa ini menjadi simbol-simbol universal dimana semua orang mudah memahani tanpa harus menerjemahkan lebih dulu. Uniknya, simbol ini digunakan tak cuma di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain.

 

Bahasa Matematika juga terintegrasi dengan berbagai macam disiplin ilmu seperti seperti sains, sosial, sastra, kesenian hingga ekonomi. Salah satu contohnya adalah membuat bahasa pemograman komputer.

 

3. Termasuk Seni

Pasti kamu berpikir-pikir: "Masa iya sih, Matematika yang notabene pelajaran hitung-hitungan, ada kaitannya dengan seni?". Ya, kenyataannya Matematika memang termasuk dari seni. 

 

Secara definisi, seni merupakan karya manusia dengan unsur keindahan serta dapat membangkitkan perasaan dan emosi orang lain. Adapun hasil ciptaan manusia yang bisa membangkitkan decak kagum, itu disebut seni. Begitu juga Matematika. Menurut ahli Matematikawan, ilmu ini juga mengandung nilai seni.

 

Contoh yang bisa kamu lihat adalah lukisan tiga dimensi. Lukisan ini diciptakan dengan konsep geometri. Geometri sendiri adalah cabang dari Matematika, bukan cabang ilmu kesenian. Begitu pun dengan gedung yang dibangun oleh arsitektur, kontruksi jembatan, atau pola rules of thirds pada fotografi. Konsep-konsep tersebut juga terinspirasi dari Matematika.

 

4. Induk Disiplin Ilmu

Matematika diciptakan atas dasar variabel dan konsep yan diaplikasikan dalam semua disiplin ilmu. Jadi semua disiplin ilmu yang sudah kamu pelajari, dibuat menjadi ringkas dalam pendekatan Matematika.

 

Ambil contoh bidang Sains, dengan Matematika, para ilmuwan bisa menentukan dimensi bumi dan gaya gravitasinya. Dengan Matematika pun, ilmuwan bisa menentukan nilai laju cahaya tanpa harus memasang spidometer. Matematika ternyata juga membuat Einstein merumuskan teori relativitas menjadi E = mc2.

 

Begitu juga dalam bidang Sastra. Sebuah kalimat dikatakan benar jika menggunakan tata bahasa atau grammar. Grammar sendiri dirangkai dalam bahasa Matemaitka agar dipelajari lebih mudah.

 

Kalau di bidang Ekonomi, Matematika menentukan nilai jual sebuah produk dengan menggunakan konsep persamaan. Bidang sosial bahkan juga tak bisa lepas dari Matematika. Contohnya, bagaimana pengamat sosial mengklasifikasi perilaku-perilaku sosial.

 

By: Jeko

Leave a Comment

  0 Comment

Comment